NUTRISI UNTUK ANAK SEKOLAH DAN REMAJA


GIZI ANAK SEKOLAH DAN REMAJA
BY ARWIN LIM

A. KARAKTERISTIK MASA SEKOLAH
Anak usia sekolah adalah anak yang berusia 5-19 tahun, yang sesuai dengan proses tumbuh kembangnya dan dibagi menjadi 2 sub bagian, yaitu :
1. Pra Remaja (5-12 Tahun).
2. Remaja (13-19 Tahun).
Pengelompokan masa usia sekolah :
1. Menurut WHO usia 7-15 tahun
2. Menurut Jeliffe usia 5-15 tahun
3. Di Indonesia usia 7- 12 tahun.
Pada periode ini pertumbuhan berjalan terus dengan mantap walaupun tidak secepat waktu bayi. Pada masa ini gigi anak mulai tanggal dan akan diganti dengan gigi permanent sehingga makanan disiapkan selain untuk pertumbuhan tubuhnya juga untuk pertumbuhan gigi permanennya.
Usia sekolah ini anak sudah aktif memilih makanan yang disukai. Kebutuhan energi semakin besar karena anak sudah banyak melakukan aktivitas lainnya.
Mulai usia 10 – 20 tahun kebutuhan gizi anak laki-laki dengan anak perempuan berbeda. Anak laki-laki lebih banyak melakukan aktivitas sehingga membutuhkan energi yang lebih banyak sedangkan anak perempuan membutuhkan protein dan zat besi lebih banyak karena saat itu telah mulai haid.
Pertumbuhan pada anak perempuan lebih cepat daripada anak laki-laki. Rata-rata pertumbuhan BB 1,8 -3,1 Kg/tahun.

B. TUJUAN PEMBERIAN MAKANAN
 Memperbaiki keadaan gizi anak sekolah serta mengembangkan ilmu gizi dan memupuk kesadaran gizi bagi anak sekolah, guru-guru dan orang tua murid. Sehingga akan menyadari bahwa makanan yang cukup diperlukan oleh tubuh, cukup dalam memilih makanan yang memenuhi kebutuhan tubuh, sehingga dalam kebiasaan makan sehat.
 Membantu konsentrasi anak dalam proses belajar

C. MAKANAN BAGI ANAK SEKOLAH
Pada awal usia sekolah anak mulai masuk sekolah. Anak mulai masuk dalam dunia baru dan banyak berhubungan dengan orang-orang di luar keluarganya dan berkenalan pula dengan suasana lingkungan baru dalam kehidupannya. Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi kebiasaan makan mereka.
Pengalaman-pengalaman baru, kegembiraaan di sekolah, rasa takut kalau terlambat tiba di sekolah, menyebabkan anak menyimpang dari kebiasaan waktu makan yang sudah diberikan pada mereka.
Keadaan ini harus diatasi sedemikian rupa sehingga cukup diberikan waktu untuk anak ini beristirahat setelah pulang sekolah, cukup waktu untuk makan pagi dan sebagainya.


Di antara makan pagi dan makan siang, juga antara makan malam anak dapat diberi snack seperti biskuit, keju, kue basah dan es krim. Jangan memberikan makanan tersebut terlalu banyak hingga mengganggu nafsu makannya di waktu makan siang dan makan malam.

BEKAL SEKOLAH/ MAKANAN ANAK SEKOLAH DILUAR RUMAH
Bekal zat tenaga yang kita peroleh dari makanan akan menurun 3-4 jam kemudian. Kita mulai merasa agak lapar dan kurang bertenaga untuk terus bekerja atau belajar.
Hendaknya diperlukan istirahat, baik sekali kalau mereka memakan sesuatu yang akan memulihkan tenaganya dan sangat baik jika makanan yang tersedia itu cukup nilai gizi dan kebersihannya, anak-anak akan dapat memanfaatkannya.
Apabila anak-anak ini diberi bekal, harus diperhatikan bahwa bekal makanan yang diberikan kepadanya dapat memberikan unsur-unsur gizi yang kurang terdapat dalam makanannya waktu pagi, siang, dan malam.
Anak sekolah perlu diberi bimbingan dalam hal memilih makanan diluar rumah;
a. Makanan jajanan yang terjamin kebersihannya.
b. Pilihlah makanan yang tinggi kandungan zat gizinya/ mengandung zat gizi.
c. Lebih baik lagi kalau membawa bekal dari rumah.
Makanan (jajanan)
Tempe goreng, tahu goreng, oncom goreng, kacang goreng, rempeyek (kacang kedele atau ikan teri), ubi kuning (goreng atau rebus), kentang (rebus, goreng), talas (rebus, goreng), getuk ubi kuning, grontol jagung, roti tawar isi telur + tomat, kacang tanah tumbuk, mentega + tomat), dsb.
Minuman
Teh manis, air tomat manis, air jeruk, susu, dsb.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPERBURUK KEADAAN GIZI ANAK-ANAK
a. Sudah dapat memilih dan menentukan makanan yang disukai/ tidak. Seringkali anak memilih makanan yang salah, lebih-lebih jika orang tua tidak memberi petunjuk apa-apa kepadanya.
b. Kebiasaan jajan. Memilih makanan/ jajanan yang disenangi yang kurang nilai gizinya.
c. Sering, setiba dirumah kalau terlalu lelah bermain disekolah, anak-anak tidak ingin makan lagi.
MAKANAN DISEKOLAH/ SCHOOL FEEDING
School feeding merupakan tindakan umum yang bisa dilakukan untuk memperbaiki keadaan gizi anak-anak sekolah.
Penyelenggaraan shool feeding dilakukan atas bantuan pemerintah, orang tua murid, dan guru.
Bantuan pemerintah melalui Departemen Kesehatan berupa bubuk susu kepada sekolah-sekolah di Indonesia, dan sekarang juga ada program gizi anak sekolah, seperti PMT-AS (pemberian makanan tambahan anak sekolah) dan banyak lagi program lainnya untuk memperbaiki keadaan gizi anak-anak.

D. MASALAH GIZI MASA SEKOLAH
Yang menjadi masalah pada golongan ini adalah seringnya jajan disekolah sedangkan di rumah tidak mau makan. Di samping itu pada umumnya tidak sarapan, makan siang diluar rumah yang tidak teratur dan tidak memenuhi kebutuhan gizi, melainkan diit menurut caranya sendiri.
Masalah gizi yang timbul pada golongan ini umumnya adalah: obesitas, anorexia nervosa, dan defisiensi besi pada wanita.
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebiasaan makan pada anak sekolah antara lain: keadaan sosial ekonomi, faktor psikologi misalnya masalah makan pagi, makan tidak teratur, dan sebagainya.

E. PERHATIAN KHUSUS
PENGARUH-PENGARUH LUAR TERHADAP KONSUMSI MAKANAN
Kritikan, guru dan orang dewasa yang signifikan bagi anak mulai mempengaruhi pilihan makanan anak selama masa sekolah dan pengaruh rumah mulai menurun. Semakin anak bertumbuh besar dan mempunyai uang lebih banyak untuk dibelanjakan, mereka akan mengkonsumsi lebih banyak snack dan makanan di luar rumah.
Lebih lanjut, semakin banyak jumlah anak-anak yang dibiarkan di rumah sendiri karena orang tuanya bekerja sehingga menghabiskan waktu beberapa jam sehari tanpa pengawasan orang tua. Di antara berbagai hal terhadap kesejahteraan anak-anak ini adalah perhatian terhadap mutu makanan yang mereka konsumsi.

DIET PENCEGAHAN
Kebiasaan makan dengan akibat yang lama sekali ditentukan dari masa anak-anak. Konsumsi diet harian dapat mempengaruhi kejadian persoalan kesehatan kronik seperti obesitas, sakit jantung, kanker dan osteoporosis. Diet ideal adalah rendah lemak, tinggi kalsium dan karbohidrat kompleks (serat dan pati) dan adekuat tapi kalori tidak berlebihan.

F. PENATALAKSANAAN GIZI
PENGAJARAN KELUARGA/PASIEN
Tujuan pengajaran adalah untuk mengembangkan suatu kebiasaan makan yang baik dan akan meminimumkan risiko obesitas dan persoalan kesehatan lainnya sementara menyediakan zat-zat gizi lainnya dan serat. Khususnya, pengajaran mesti mencakup pemilihan diet yang seimbang dan mendorong kegiatan fisik.

PILIH DIET SEIMBANG
Diet mereka mesti rendah lemak, tinggi kalsium dan adekuat tapi kalori tidak berlebihan. Lakukan hal-hal berikut untuk mendorong anak-anak memakan diet yang bergizi :
 Tentukan peraturan bahwa seluruh keluarga paling tidak mesti makan bersama sekali dalam sehari. Teladan orang tua dan juga memperlihatkan kepada makanan baru, akan mendorong anak-anak untuk makan makanan yang beragam. Juga, lebih mudah untuk mengontrol jumlah natirum, gula dan lemak pada makanan yang dieprsiapkan di rumah daripada yang dibeli dari luar rumah.
 Ikutsertakan anak-anak dalam penyiapan makanan. Ini akan membantu anak-anak menyadari apa yang terkandung dalam makanan yang mereka makan dan cara yang baik untuk mengenalkan pengetahuan awal gizi.
 Pada restoran ”Fast Food”, dorong anak-anak untuk memilih salad segar dan ikan atau ayam bakar atau panggang daripada makanan goreng-gorengan.
 Buat snack bergizi tersedia setiap waktu, khususnya anak-anak yang ditinggal sendiri di rumah setelah pulang sekolah, untuk mengurangi keinginan memakan makanan tinggi kalori. Pilihan baik untuk snack termasuk buah segar atau kering, yogurt :popcorn (Jagung berondong); keju; khususnya jenis yang rendah lemak; keju cottage dengan kismis atau buah-buahan lainnya; biji-bijian atau kacang-kacangan tak bergaram; juice buah-buahan yang dibekukan menjadi es lilin dan selai kacang yang divariasi karena tingginya kadar lemak.

DORONG AKTIVITAS FISIK
Derajat kelebihan berat badan pada anak-anak berkorelasi dengan kurang olahraga, khususnya dengan jumlah waktu yang dihabiskan di depan TV. Anak-anak memerlukan aktivitas fisik harian yang termasuk penggunaan kelompok otot-otot besar- olahraga kelompok atau olahraga aerobik individu.

G. KEBUTUHAN GIZI ANAK SEKOLAH
Kebutuhan disesuaikan dengan kecukupan gizi yang dianjurkan. Kalori diperlukan untuk memenuhi aktivitas yang meningkat, protein diperlukan untuk pembentukan otot, dan pembentukan darah serta (komponen-komponennya) bersama-sama dengan zat besi.
Jumlah energi protein yang dianjurkan oleh Widya Karya Nasional Pangan dan gizi bagi anak umur 7-12 tahun.

Golongan umur Berat (kg) Tinggi (cm) Energi (K kal) Protein (Gr)
7-9 tahun 23,5 120 1860 36
Pria 12 tahun 30 135 1950 45
Wanita 10-12 th 32 139 1750 49

Karena pertumbuhan masih berlangsung terus. Kalsium dan fosfor diperlukan untuk menetralisir tulang, disertai dengan vitamin D yang cukup vitamin lain seperti B dan C disesuaikan dengan kalori yang diperlukan.
Daftar unsur-unsur gizi yang diperlukan anak-anak tersebut

Usia Kalori Protein (Gr)Kalsium (Gr)Ferrum (Mg)Vit. A (Kl)Vit. B1 (Mg)Vit. C (Mg)
10-12 th1900 60 0,75 8 2500 0,7 25
7-9 th 1600 50 0,75 7 2500 0,6 25

H. KELOMPOK REMAJA
Juga kelompok umur remaja menunjukkan fase pertumbuhan yang pesat, yang disebut ”adolescence growth spurt”, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang relatif besar jumlahnya. Pada remaja laki-laki kegiatan jasmani sangat meningkat, karena biasanya pada umur inilah perhatian untuk sport sedang tinggi-tingginya, seperti atletik, mendaki gunung, sepak bola, hiking dan sebagainya.
Bila konsumsi berbagai sumber zat gizi ditingkatkan, mungkin terjadi defisiensi relatip terutama defesiensi vitamin-vitamin. Defesiensi sumber energi akan menebabkan anak-anak kelompok umur ini langsing, bahkan sampai kurus.
Pada remaja perempuan mulai terjadi menarche disertai pembuangan sejumlah Fe. Remaja putri kelompok ini sering sangat sadar akan bentuk badannya, sehingga banyak yang membatasi konsumsi makanannya. Bahkan banyak yang berdiit tanpa nasihat atau pengawasan seorang ahli kesehatan dan gizi, sehingga pola konsumsinya sangat menyalahi kaidah-kaidah ilmu gizi. Banyak pantang atau tabu yang ditentukan sendiri berdasarkan pendengaran dari kawannya yang tidak kompoten dalam soal gizi dan kesehatan, sehingga terjadi berbagai gejala dan keluhan yang sebenarnya merupakan gejala-gejala kelainan gizi.
Penyuluhan dan bimbingan gizi yang benar dan jelas sangat diperlukan oleh golongan umur remaja ini; terutama penyuluhan yang dikaitkan dengan bentuk tubuh atau kecantikan akan sangat menarik perhatian para remaja putri, sedangkan pada remaja laki-laki akan lebih tertarik bila penyuluhan gizi ini dikaitkan dengan prestasi berbagai jenis olahraga.

I. PERHATIAN KHUSUS
KALORI
Kebutuhan kalori semasa pertumbuhan remaja sangat tinggi-kira-kira 2200 untuk putri sampai 3000 kalori untuk pria. Karena kebutuhan kalori bagi remaja pria sangat tinggi, mereka berkemungkinan mengkonsumsi jumlah yang cukup untuk hampir semua zat gizi, walaupun pilihan makanannya bukanlah yang terbaik. Remaja putri mempunyai kesulit yang lebih banyak untuk mendapatkan vitamin dan mineral yang cukup dalam selang kalori yang diizinkan dan persoalan ini diperparah oleh keinginan yang kuat dari remaja putri untuk mengontrol beratnya.

DIET
Kira-kira tiga perempat remaja putri di SMA paling tidak sekali telah mencoba berdiet dan 40%nya berdiet secara sembarang waktu. Diet mode sangat populer tetapi hanya berkemungkinan merangsang kehilangan air daripada perubahan abadi pada kebiasaan makan.
MINERAL
Kekurangan kalsium dan zat besi khususnya umum di antara remaja putri. Pertumbuhan tulang membutuhkan peningkatan kebutuhan kalsium sampai 1200 mg/hari. Pertumbuhan dan menstruasi membutuhkan zat besi 15 mg/hari.

KEBIASAAN MAKAN REMAJA
Snack mencakup hampir 40% kalori pada diet remaja. Walaupun makan snack secara sendiri-sendiri tidak jelek, makanan sncak tradisional seperti keripik kentang, kue-kue dan minuman ringan (Soft drink) rendah dalam zat gizi. Es krim, es krimkocok (Shakes), hamburger dan pizza memberikan zat gizi yang penting, tetapi juga tinggi lemak, natrium dan kalori.

VEGETARIAN
Masa remaja adalah masa coba-coba dan ini termasuk mengadopsi pola makan vegetarian. Atipe vegetaris, dengan beberapa bentuk yang umum seperti vegetarian ketat (Vegan), yang sama sekali tidak mengkonsumsi bahan pangan dari hewan :laktovegetarian, yang mengkonsumsi hasil-hasil dari susu tetapi dari hasil hewan lainnya; dan ovolaktovegetarian yang mengkonsumsi hasil-hasil dari susu dan telur. Kecuali menu ini direncanakan dengan hati-hati, diet vegetarian secara gizi kemungkinan tidak adekuat.

PROTEIN
Kebanyakan protein tumbuh-tumbuhan kekurangan satu atau dua asam amino. Mengkombinasikan dua protein yang berbeda pola asam aminonya akan menghasilkan protein “komplementari” (lengkap). Sebagai contoh , padi-padian mempunyai kandungan lisin rendah tetapi tinggi methionin. Leguminosa kaya lisin tetapi kurang metionin. Jadi biji-bijian dan leguminosa adalah protein yang komplementari.

MINERAL
Vegetarian yang menghasilkan hasil-hasil derivat susu akan menghadapi kesulitan untuk mengkonsumsi cukup kalsium. Lebih lanjut pangan dari tumbuh-tumbuhan biasanya rendah dalam zat seng dan besi daripada pangan dari hewan dan fitat (pada padi-padian utuh) dan oksalat(Pada coklat, sayur-sayuran daun hijau dan kelembak) membentuk kompleks dengan mineral dan menghambat penyerapannya.

VITAMIN B 12
Vitamin B 12 secara alami hanya ditemui pada hasil-hasil hewan. Vegeratarian yang tidak mengkonsumsi telur atau hasil-hasil derivat susu kemungkinannya kecil sekali untuk mendapat cukup vitamin B 12.

J. PENATALAKSANAAN GIZI REMAJA

PENDIDIKAN KELUARGA/PASIEN
Tujuannya adalah untuk membantu remaja belajar membuat keputusan yang bijaksana terhadap pilihan makanan yang akan menyediakan zat gizi yang diperlukan sementara mempertahankan berat badan yang diinginkan.

MAKANLAH DIET BERGIZI SEIMBANG, UNTUK MEMPERTAHANKAN BERAT BADAN YANG DIINGINKAN
Khususnya sangat penting bagi mereka untuk belajar memilih diet dengan pilihan makanan beragam yang rendah lemak dan kolesterol; tinggi vitamin, mineral dan serat; dan kalori yang sedang. Berikut ini ada beberapa pedoman untuk membantu mereka dalam mencapai diet ini :

LEMAK DAN KOLESTEROL
Batasi goreng-gorengan menjadi satu sajian perhari atau kurang. Makan hanya dua dampai tiga sajian daging seminggu; pilih unggas, ikan atau padi-padian dan leguminosa pada hari berselang. Batasi makan daging kira-kira 140 gram/hari.

VITAMIN DAN MINERAL
Untuk merangsang pertumbuhan optimum dan mencegah osteoporosis nantinya, adalah sangat penting bagi remaja putri untuk setiap hari memakan empat sajian susu atau bahan terbuat dari derivat susu. Susu skim dan yogurt, keju adalah rendah kalori dan dapat diterima bagi remaja yang sedang berdiet. Daging, unggas, ikan padi-padian yang diperkaya , sayur-daunan yang berwarna hijau menyediakan diet besi.

MAKAN SNACK YANG BERGIZI
Karena snack merupakan bagian yang penting dari diet remaja, maka sewajarnya makanan ini memberikan kontribusi zat gizinya. Beberapa snack yang lezat dan bergizi termasuk buah-buahan segar dan kering; sayuran segar dengan saos yang terbuat dari yogurt atau sambal, rmpah-rempahan, bawang putih atau bumbu-bumbu lainnya; popcorn; kue dari oat, es buah dan yogurt keju atau keju (terbuat dari susu skim jika yang diperhatikan kalorinya).

DORONG AKTIVITAS FISIK SECARA TERATUR
Mengembangkan pola aktivitas fisik paling tidak 3 atau 4 hari seminggu adalah suatu kebiasaan yang sangat berharga nantinya. Beberapa remaja ingin berpartisipasi pada olahraga kelompok, ini juga dapat didorong. Yang lain dapat memilih aktivitas individual yang dapat mereka teruskan untuk jangka panjang.

JANGAN ANJURKAN PRAKTEK MENGURANGI BERAT YANG TIDAK SEHAT
Karena remaja sangat tertarik dengan diet yang mengurangi berat, mereka mesti diajar untuk mengenali diet yang aman dan efektif. Mode diet menjanjikan dan sering memberikan hasil yang cepat, tetapi biasanya berat yang hilang adalah cairan dan otot.
Kelainan makan (eating disorder) sering terjadi pada masa remaja. Berat mesti dituliskan pada diagram pertumbuhan (growth chart) pada internal yang teratur, dan setiap remaja yang beratnya menurun pada tanda paling kurang satu persentil mesti dievaluasi untuk kemungkinan kelainan makan.

DORONG PILIHAN BERGIZI BAGI PASIEN YANG MEMILIH SEBAGAI VEGETARIAN
MINERAL
Padi-padian utuh, leguminosa, dan sayur daunan yang hijau tua mengandung zat besi dan seng. Zat besi tambahan dapat diambil dari buah-buahan kering. Molasses, kecap dan penggunaan alat masak dari besi. Sumber-sumber kalsium termasuk sayur daunan yang hijau tua, kecuali bayam dan lobak bit; padi-padian; leguminosa; susu kedelai yang diperkaya dengan kalsium, tahu; dan kacang panggang.

PERBAIKAN PENYERAPAN MINERAL
Zat besi tanpa hem dari tumbuh-tumbuhan akan diserap lebih baik jika dimakan bersamaan dengan makanan yang mengandung vitamin C seperti jeruk. Kopi dan teh menghambat penyerapan zat besi, jadi lebih baik untuk tidak mengkonsumsi minuman ini pada waktu makan.
Laktosa pada hasil-hasil dirivat susu merangsang absorpsi kalsium. Vegetarian mesti didorong untuk menggunakan hasil-hasil dari derivat susu setiap hari atau mendapatkan suplemen kalsium.

VITAMIN B12
Vegetarian butuh untuk mengkonsumsi bahan pangan yang mengandung vitamin B12 beberapa kali seminggu. Beberapa susu kedelai dan ragi bergizi diperkaya dengan B12. Perhatikan label kemasan untuk menentukan apakah barang tersebut diperkaya atau tidak. Jika susu kedelai yang diperkaya atau ragi bergizi tidak digunakan maka individu tersebut akan membutuhkan suplemen vitamin B12.

DORONG PENGGUNAAN SUPLEMEN ZAT GIZI YANG AMAN
Vitamin A dosis tinggi, termasuk vitamin A sintesis yang digunakan pada pengobatan jerawat (istretinoin), adalah teratogenik. Remaja putri yang aktif secara seksual mengkonsumsi suplemen vitamin A butuh instruksi metoda efektif tentang kontrasepsi (juga semua remaja yang aktif secara seksual).

{ 1 comments... read them below or add one }

ayoe mengatakan...

artikelnya keren banget..
anda punya artikel mengenai kebiasaan minum softdrink pada remaja gak??
saya sangat butuh...